Tampilkan postingan dengan label MUSISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Desember 2010

ROCKSTAR ALICE COOPER JADI NOMINASI HALL OF FAME


Kalau dihitung-hitung sudah empat dasawarsa lebih nama Alice Cooper malang-melintang di dunia musik rock. Karena itu juga sudah saatnya nama Alice Cooper menjadi bagian dari Rock and Roll Hall of Fame. Ya, tahun ini pria bernama asli Vincent Damon Furnier ini menjadi salah satu nominasi dari Rock and Roll Hall of Fame.

Alice Cooper memang tak sendiri. Ada nama Beastie Boys, Bon Jovi, Chic, Neil Diamond, Donovan, Dr. John, J. Geils Band, LL Cool J, Darlene Love, Laura Nyro, Donna Summer, Joe Tex, Tom Waits, dan Chuck Willis yang terpampang di daftar nominasi tahun ini. Siapa yang kan masuk daftar Rock and Roll Hall of Fame kali ini? Kepastiannya baru akan ada bulan Maret nanti.

Meski masuk nominasi ini atas jerih payah dan dedikasinya pada dunia musik namun Alice Cooper sepertinya tak melupakan teman-teman bandnya yang telah mengantarnya menuju puncak, "Sebenarnya band itulah yang memiliki album legendaris mulai LOVE IT TO DEATH sampai BILLION DOLLAR BABBIES. Apa yang saya lakukan setelah itu hanyalah dampak dari album-album itu," ujar Alice Cooper dengan nanda merendah.

Dalam berita yang dilansir Contact Music itu juga disebutkan kalau mereka yang berhak masuk ke Rock and Roll Hall of Fame nantinya akan ditentukan dari pemilihan yang dilakukan oleh 500 orang dari industri musik dan hasilnya akan diumumkan Maret mendatang.

Senin, 13 Desember 2010

REMAJA INDONESIA TEMBUS BURSA MUSIK AMERIKA


Tak ada mimpi yang mustahil jika kita mau berusaha. Itulah sepenggal kalimat yang senantiasa dipercaya oleh Meeghan Henry Tirtasaputra dalam upayanya menjadi entertainer di industri hiburan. Alhasil, remaja asal Indonesia itu belum lama ini menembus bursa musik di Hollywood, Amerika Serikat.

Meskipun penjualan album Meeghan hanya lewat iTunes dan menggandeng label independen Wright Records Inc., namun single debutnya yang berjudul When I`m 18 yang merupakan lagu ciptaannya sendiri mendapatkan perhatian di Hollywood. Dengan video klip debut singel-nya itu, Meeghan mampu merangkuh penghargaan di Hollywood Music Media Awards dalam kategori The Best Music Video 2010.

Beberapa lagu dalam debut albumnya: I Wanna Say Yes, Make You Mine, dan In the Moment. Lagu-lagu tersebut bernuansa hasrat anak muda. Dari total 12 di album itu, 10 tembangnya diciptakan sendiri. Inspirasi Meeghan berasal dari lingkungan sekitar, serta pengalaman pribadinya.

Penghargaan yang diraih Meeghan antara lain Hawaiian Tropic Best Child Model, Academic Achievement Awards on Elementary Graduation, dan Teen Talent Show Winner. Tak hanya memiliki karier di dunia musik, Remaja kelahiran Jakarta, 7 Januari 1995 itu, juga pernah menjajal dunia layar kaca dengan membintangi beberapa film independen serta tampil dalam beberapa iklan.

WARISAN TERAKHIR KING OF POP,MICHAEL JACKSON


Lagu terakhir karya mendiang Michael Jackson Hold My Hand merupakan warisan Raja Pop bagi umat manusia di seluruh dunia. Demikian diungkapkan Produser Theron 'Neff-U' Feemster di New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu.

Theron menjelaskan Michael Jackson menghabiskan waktu selama dua tahun terakhir guna merencanakan kembali ke dunia musik yang telah membesarkannya. Jacko bekerja keras mengadakan sejumlah konser spektakuler di beberapa negara. Selain itu, Ia juga bekerja sama dengan sejumlah produser ternama untuk menelurkan album lagi.

"Jacko ingin memberikan hadiah kepada dunia agar bisa mengingat dirinya dengan sesuatu yang baru dan segar," ujar Theron.

Rencananya, lagu yang dinyanyikan dengan berkolaborasi bersama penyanyi ternama seperti Lenny Kravitz,50 Cent,Akon itu akan diluncurkan 14 Desember mendatang. Album tersebut akan menampilkan 10 lagu berisi beberapa rekaman terakhir Jacko yang disempurnakan.

Sabtu, 02 Oktober 2010

AIR SUPPLY PROFILE

Air Supply adalah grup soft rock asal Australia yang mengetengahkan duo Graham Russell dan Russell Hitchcock. Graham Russel (gitar, vokal) lahir sebagai Graham Cyril Russell, 11 Juni 1950 di Sherwood, Nottingham, Inggris. Russell Hitchcock (vokal) lahir sebagai Russell Charles Hitchcock, 15 Juni 1949 di Melbourne, Victoria, Australia.

Awal karier

Russell dan Hitchcock pertama kali bertemu pada hari pertama latihan pementasan musikal Jesus Christ Superstar produksi Andrew Lloyd Webber/Tim Rice di Sydney, 12 Mei 1975. Masih di tahun yang sama, keduanya membentuk Air Supply. Formasi awal terdiri dari 5 orang, termasuk Russell dan Hitchcock, Chrissie Hammond serta dua anggota lain. Hammond keluar dan digantikan Jeremy Paul sebelum Air Supply menghasilkan singel hit pertama, "Love and Other Bruises" (1976). Singel tersebut dilanjutkan album perdana yang juga diberi nama Air Supply. Album ini laku hingga meraih piringan emas di Australia. Musisi pendukungnya termasuk pemain kibor dan penulis aransemen Adrian Scott, pemain drum Jeff Browne, dan gitaris Mark McEntee. Di antara singel-singel di awal karier mereka terdapat "Empty Pages" dan "Do What You Do". Akhir tahun 1976, sewaktu Rod Stewart tur di Australia, Air Supply diminta menjadi band pembuka. Rod Stewart begitu terkesan hingga Air Supply diminta untuk terus menjadi band pembuka sewaktu Rod Stewart tur keliling di Amerika Serikat dan Kanada tahun 1977.

Sekembalinya di Australia dan ditinggalkan oleh anggota yang lain, Air Supply hanya tinggal Russell dan Hitchcock. Mereka berdua percaya masih bisa sukses sebagai duo, dan merilis album rekaman ulang lagu-lagu hit mereka, Love & Other Bruises pada tahun 1977. Walaupun sudah cukup sukses, Russel dalam DVD tahun 1995 mengaku dirinya dan Hitchcock waktu itu begitu miskin hingga hanya bisa tidur di sofa hotel. Maksudnya supaya masih ada cukup uang untuk membeli roti, kemudian dibuat roti panggang.

Tahun berikutnya (1978), Air Supply memulai segalanya dari awal setelah mengumpulkan beberapa personil baru. Air Supply didukung musisi seperti Frank Esler-Smith (aransemen dan kibor), David Moyse dan Rex Goh (gitar), David Green (bass), dan Ralph Cooper (drum).

Pada tahun 1979, Air Supply merilis sebuah album konsep berjudul Life Support. Dengan Charles Fisher sebagai produser, album tersebut direkam di studio sempit bernama Trafalgar Studios di Sydney, Australia. Dalam wawancara yang direkam dalam DVD tahun 2005, Graham teringat betapa sempitnya ruangan studio. Hanya tersisa sekitar 1 cm antara dinding studio dan ujung gitarnya. Album Life Support berisi lagu "Lost in Love" dengan masa putar 5½ menit. Lagu yang diciptakan Russell hanya dalam 15 menit ini ternyata menarik perhatian pemilik label Arista, Clive Davis. Singel "Lost in Love" hasil remix Clive Davis dirilis sebagai singel di AS, dan laku di atas 2 juta keping.

Tahun 1980-an

Album Lost in Love yang dirilis tahun 1980 menghasilkan 3 singel yang masuk urutan 5 besar tangga lagu di AS. Lagu "Lost in Love" sampai di urutan ke-3, "Every Woman In The World" di urutan ke-5, dan "All Out of Love" di urutan ke-2. Di AS, album Lost in Love laku sebanyak 2 juta keping. Tahun berikutnya (1981), Air Supply merilis album The One That You Love. Ketika dirilis sebagai singel, "The One That You Love" sukses menduduki urutan nomor 1 di Billboard Hot 100. Dua lagu dari album yang sama juga masuk dalam 10 besar Billboard Hot 100, "Here I Am (Just When I Thought I Was Over You)" dan "Sweet Dreams". Singel ke-4 dari album The One That You Love, "I'll Never Get Enough" dirilis di Jepang. Singel hasil kerja sama dengan Jeanne Napoli, Gary Portnoy dan Judy Quay ini berhasil masuk urutan 10 besar di Jepang. Album ketiga yang dirilis tahun 1982, Now And Forever menghasilkan hit "Even The Nights Are Better" dan dua lagu lain yang masuk urutan Top 40, "Young Love" dan "Two Less Lonely People In The World". Album kompilasi Greatest Hits dirilis tahun 1983 dengan bonus lagu baru, "Making Love out of Nothing at All" karya Jim Steinman. Lagu "Making Love out of Nothing at All" merupakan salah satu hit terbesar Air Supply. Di AS, lagu ini bertahan 3 minggu di urutan ke-2, dan album Greatest Hits laku di atas 7 juta keping.

Pada tahun 1984, film Ghostbusters memakai lagu Air Supply, "I Can Wait Forever". Walau hanya terdengar sayup-sayup sebagai lagu latar, "I Can Wait Forever" dimasukkan ke dalam album musik film Ghostbusters.

Video konser Air Supply yang pertama, Air Supply Live in Hawaii dirilis tahun 1985. Masih di tahun yang sama, "Just As I Am" juga sukses di tangga lagu Billboard AS. Pada tahun 1987, Russell dan Hitchcock merekam sebuah album Natal, The Christmas Album sebelum Air Supply membubarkan diri pada tahun 1988. Masih pada tahun yang sama, Russell Hitchcock merilis album solo berjudul Russell Hitchcock. Film Arachnophobia memakai singel solo Hitchcock "Swear To Your Heart" pada tahun 1990 sebagai lagu latar.

1990-an

Pada 21 Agustus 1989, Air Supply kembali ditangani mantan produser lama mereka. Setelah mantan anggota lama Air Supply, Ralph Cooper kembali bergabung, mereka masuk studio untuk rekaman album The Earth Is yang dirilis Giant Records pada tahun 1991. Album The Earth Is berisi singel hit, "Without You", "Stronger Than the Night" dan "Stop the Tears". Video album The Earth Is World Tour dirilis oleh klub penggemar resmi Air Supply.

Pada tahun 1993, Air Supply merilis album The Vanishing Race yang bertemakan Suku Indian di AS. Album ini dibantu produser David Foster dan sederetan artis seperti Barbra Streisand, Chicago, Josh Groban, dan Celine Dion. Lirik lagu ditulis Linda Thompson (istri David Foster). Album The Vanishing Race sukses di Asia sehingga dibuat konser keliling dunia pada tahun 1993.

Album News from Nowhere yang dirilis tahun 1995 juga sukses di Asia. Di dalamnya terdapat lagu-lagu seperti: "Someone", "Always", dan lagu "Unchained Melody" yang pernah dibawakan The Righteous Brothers. Kesuksesan Air Supply di Asia ditandai dengan dirilisnya album kompilasi Now and Forever: Greatest Hits Live, CD dan DVD rekaman konser di Taipei.

Tahun 2000-an

Setelah album The Book of Love tahun 1997, Air Supply mengeluarkan album Yours Truly (2001), dan Across the Concrete Sky (2003). Air Supply sering mengadakan konser di Asia, termasuk di India, RRC, Hong Kong, Taiwan, dan negara-negara Asia Tenggara. Dalam rangkaian tur keliling dunia Air Supply World Tour 2005, Air Supply main di 5 kota di Indonesia, Semarang, Makassar, Bali, Bandung, Pekanbaru, 16 Juni-24 Juni 2005. Sebelumnya, Air Supply pernah mengadakan konser Surabaya & Jakarta (23-24 November 2000), Jakarta & Medan (12-13 Agustus) 2003, dan Balikpapan (14 Desember 2004).

Pada tahun 2005, Air Supply menjadi grup musik asing pertama yang diundang pentas di Havana, Kuba. Dari 2 kali konser yang direncanakan, Air Supply hanya manggung di hari pertama, 7 Juli 2005. Konser di hari pertama dihadiri 175 ribu penonton sebelum keesokan harinya Kuba dilanda angin topan dan konser hari kedua dibatalkan.

Album akustik untuk memperingati 30 tahun Air Supply, The Singer and the Song dirilis tahun 2006. Pada 2 Desember 2006, mereka untuk kedua kalinya mengunjungi Kingston, Jamaika. Sebelumnya Air Supply pernah tampil dalam Festival Jazz dan Blues Air Jamaica, 28 Januari 2006.

Jumat, 27 Agustus 2010

RUMAH-RUMAH MUSISI JAMAN DULU

beethoven's house



mozart's house

PAGANINI,MUSISI CLASSIC REVOLUSIONER

Niccolò (atau Nicolò) Paganini, (lahir di Genoa, 27 Oktober 1782 – meninggal di Nice, 27 Mei 1840 pada umur 57 tahun) adalah seorang pengarang musik serta pemain biola, viola, dan gitar dari Italia. Ia adalah salah seorang virtuoso biola paling terkenal, dan disebut-sebut sebagai salah satu pemain biola terhebat yang pernah hidup, dengan intonasi musik yang sempurna dan teknik yang tiada duanya. Walaupun Eropa pada abad kedelapan belas memiliki beberapa pemain biola yang luar biasa, namun Paganini bisa dianggap sebagai satu-satunya virtuoso biola abad kesembilan belas.

Hidup Paganini

Niccolò Paganini dilahirkan di Genoa pada 27 Oktober 1782, oleh pasangan Antonio dan Teresa (sebelumnya Bocciardo) Paganini. Menurut penulis biografinya Peter Lichtenthal, pertama kali Paganini belajar bermain mandolin ialah diajari oleh ayahnya pada saat ia berusia lima tahun, lalu pindah ke biola pada usia tujuh dan mulai mengarang pada saat ia berusia delapan. Ia bermain di depan publik pertama kalinya pada waktu berumur 12 tahun. Di masa mudanya ini, ia belajar dari berbagai guru, termasuk Giovanni Servetto dan Alessandro Rolla, namun ia tidak dapat menguasai dirinya sendiri seiring dengan kesuksesannya; pada umur 16 tahun ia suka bermain judi dan minum minuman keras. Pada waktu itulah kariernya diselamatkan oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya, yang membawa Paganini ke rumahnya dimana Paganini pulih dari kebiasaan buruknya dan kembali belajar biola selama tiga tahun. Ia juga bermain gitar pada saat itu.

Ia kembali muncul ke khalayak publik pada saat ia berusia 23 tahun, dengan menjadi direktur musik saudara perempuan Napoleon, Elisa Baciocchi, Putri dari Lucca, pada saat ia tidak tur. Tidak lama kemudian ia menjadi legenda karena kemahirannya bermain biola yang tidak tertandingi, dengan debutnya ke Milan pada 1813, Vienna 1828, dan London serta Paris pada 1831. Paganini adalah salah satu orang pertama, bahkan mungkin orang pertama, yang melakukan tur sebagai artis solo, tanpa pemain musik pengiring. Ia menjadi salah seorang 'superstar' pertama-tama dalam hal konser publik. Ia menjadi kaya dan terkenal sebagai pemain musik tur, dan tidak terkalahkan dalam hal memikat pendengarnya.

Sebuah mitos yang merebak luas tentang Paganini ialah bahwa ia menjual jiwanya kepada setan sebagai ganti teknik bermain biolanya, sebuah rumor yang mana ia sendiri merasa tersanjung, dan bisa jadi dimulai oleh dirinya sendiri. Pada saat ia bermain musik, bola matanya akan berputar sampai ke belakang, sehingga hanya tampak putihnya. Cara berdirinya yang lenggang, dengan rambut tipis panjang dan kusut, serta postur tubuhnya yang kurus cekung, semakin menambah rumor tentang dirinya. Ia bermain begitu bersemangatnya hingga para wanita terjatuh pingsan dan para pria akan menangis tersedu-sedu.

Biola yang dipakai Paganini dikenal sebagai Cannone Guarnerius, nama yang diberikan paganini untuk mencerminkan suara 'cannon' yang dikeluarkannya. Senarnya hampir berada pada satu permukaan datar, kebalikan dari semua biola yang lain dimana senarnya membentuk satu lengkungan untuk menghindari menggesek senar yang lain. Dengan demikian Paganini dapat memainkan tiga bahkan empat senar secara mudah pada biolanya.

Di Paris pada 1833, ia memesan sebuah musik konser biola dari Hector Berlioz, yang akhirnya menghasilkan Harold di Italy (Harold in Italy) untuknya, namun Paganini tidak pernah memainkannya.

Kesehatannya mulai menurun setelah ia didiagnosis penyakit kanker tenggorokan. Penyakitnya membuatnya kehilangan kemampuan berbicara, namun ia tetap bermain biola hingga akhir hayatnya. Malam terakhir sebelum kematiannya dikatakan bahwa ia masih berusaha bermain biola secara tidak sadar. Ia meninggal di Nice pada 27 Mei 1840.
Niccolò Paganini

Musik orkestra Paganini dinilai sopan, tidak bertele-tele, dan suportif. Kritik mengatakan bahwa musik konsernya menggunakan terlalu banyak kata-kata dan terlalu menggantungkan kepada formula tertentu: salah satu bagian terakhirnya sering kali digantikan dengan yang lain. Selama kariernya, bagian biola dari konsernya disimpannya sendiri. Paganini akan melatih orkestranya tanpa memainkan bagian biolanya secara keseluruhan. Menjelang ajalnya, hanya dua yang telah diterbitkan. Keturunan dari Paganini dengan cerdiknya menerbitkan satu demi satu, setelah jeda waktu beberapa tahun. Saat ini ada enam konser musik Paganini yang telah diterbitkan (walaupun dua yang terakhir kehilangan bagian orkestranya). Komposisinya yang sering menggunakan alat musik gitar dan senar, terutama biola, telah menjadi bagian dari repertori baku.

Paganini juga mengembangkan jenis musik variasi konser untuk biola solo, dengan cara mengambil tema yang sederhana dan naif, dan variasi lirik yang berselang-seling dengan memainkannya dengan semangat yang menyala-nyala yang membuat pendengarnya menganga mulutnya.

Paganini dan pengembangan teknik bermain biola

Walaupun beberapa teknik biola yang digunakan oleh Paganini telah ada pada zamannya, namun proses perkembangannya dapat dibilang lambat. Arcangelo Corelli (1653-1713) dianggap sebagai bapak teknik biola, yang pertama kali mengembangkan peranan biola dari semula sebagai instrumen pengiring menjadi instrumen solo. Johann Sebastian Bach (1685-1750), dengan sonatanya Sonatas and Partitas for solo violin (BWV 1001-1006) telah meneguhkan kemampuan polifoni biola. Penjelajahan teknik bermain biola terbesar yang pertama ditemukan pada 24 caprice Pietro Locatelli (1693-1746), yang pada saat itu dianggap terlalu sulit untuk dimainkan (sekarang tidak terlalu sulit lagi). Para pemain biola berbakat pada waktu itu rata-rata lebih berkonsentrasi pada pengembangan intonasi dan teknik gesekan (yang disebut dengan 'teknik tangan kanan oleh pemain alat musik senar), dua cabang yang dianggap paling mendasar dan paling penting untuk pemain biola.

Paganini membuat terobosan baru dalam cara bermain biola untuk para pemain dan penulis musik. Musik-musik untuk biola berubah secara drastis sejak saat itu. Musik yang ditulis Paganini seringkali membutuhkan teknik penjarian dan gesekan yang terbukti memukau para pendengarnya dan menantang pemain sebayanya. Musik konsernya seringkali menggunakan kombinasi staccat, harmoni, pizzicato (dengan kedua tangan), dan interval musik yang lebar (seperti penggunaan interval mayor kesepuluh). Komposisi musik Paganini tidak dianggap polifoni (Eugène Ysaÿe pernah mengkritik bahwa iringan untuk musik Paganini terlalu 'menyerupai gitar', kekurangan karakter-karakter musik polifoni). Namun demikian, ia dianggap berjasa mengembangkan warna suara dan warna instrumen biola ke level yang tidak pernah disadari sebelumnya.

Paganini juga merupakan virtuoso gitar, ia telah menulis lebih dari 200 musik untuk gitar.

Paganini mampu memainkan tiga oktaf di empat senar biola dalam satu jangkauan tangan, suatu kemampuan yang nampaknya tidak masuk akal dengan standar masa kini. Keluwesannya mungkin diakibatkan oleh sindrom Marfan atau sindrom Ehlers-Danlos. Teknik penjariannya, seperti bermain harmoni dengan dua senar, bermain oktaf (dan interval kesepuluh) paralel, dan petikan dengan tangan kiri, dianggap hampir tidak mungkin dilakukan lagi pada zaman ini namun hanyalah sebagai latihan rutin untuk mengaspirasi pemain biola. Kemampuan teknik bermain biola setinggi itu hanya bisa dilakukan oleh segelintir pemain seperti Joseph Joachim dari Austria dan Eugène Ysaÿe dari Belgia

Caprice ke-24 Paganini telah menarik perhatian banyak komposer. Franz Liszt, Johannes Brahms, Sergei Rachmaninoff, Boris Blacher, dan Andrew Lloyd Webber beberapa di antaranya, telah menulis variasi-variasi yang terkenal menurut tema lagu tersebut.

Kamis, 15 Juli 2010

CLIFF BURTON X BASSIST METALLICA (EDISI BASSIST TERBAIK)


Clifford Lee "Cliff" Burton (10 Februari 1962 - September 27, 1986) adalah seorang musikus Amerika Serikat yang dikenal sebagai bassis band Metallica. Ia secara luas dianggap telah menjadi salah satu bassists metal paling berpengaruh sepanjang masa. dalam permainan bass ia memakai distorsi yang berat dan efek (beberapa yang biasanya berhubungan dengan non-gitar bass), dapat di dengar dalam permainan yang ditunjukkan pada lagu, "(Anestesi) pulling teeth".

permainan Burton berpengaruh penting dalam menciptakan gaya musik yang unik untuk Metallica sehingga bisa menjadi band terkenal. Burton bergabung dengan metallica pada tahun 1982 tepat pada album debut mereka, Kill 'Em All. Burton dikenal dalam permainan"lead bass"nya,yang di mana dia sering memainkan melodi/solo pada bass, sambil menahan "pondasi harmonik" dan irama dari metallica.

Pada tanggal 27 September 1986, Burton meninggal ketika bus tur band itu tergelincir dan jatuh di Swedia selatan . Burton mendapat penghargaan untuk masuk di Rock and Roll Hall of Fame dengan Metallica pada tanggal 4 April 2009. Ayahnya, Ray Burton, memberikan pidato atas nama Cliff.

Minggu, 13 Juni 2010

AHMAD DHANI,GOOD BAND MAKER


dikenal sebagai pentolan grup Dewa 19, pencipta lagu dan juga sebagai produser rekaman. Sosok sebagai musisi dikenal penuh kontroversial dan sensasi, baik dalam syair lagunya maupun tingkah-polah kehidupan sehari-harinya. Sosok kontroversinya diperlihatkan lewat syair-syair lagunya yang ‘terlalu dalam’ dan memiliki makna bias hingga memunculkan pertentangan.

Terlahir di Surabaya pada 26 Mei 1972, Dhani juga pernah menghadapi masalah saat albumnya Laskar Cinta menuai protes dari kelompok Islam garis keras. Ayah tiga anak ini dianggap melecehkan atas penggunaan logo albumnya yang dianggap suci. Meski tetap merasa tidak bermaksud melecehkan agama tertentu, Dhani akhirnya bersedia melakukan perubahan pada logo tersebut.

Pria bernama lengkap Dhani Ahmad Prasetyo ini juga pernah diadukan ke Polisi oleh penulis, Yudhistira ANM Massardi, karena dianggap menjiplak judul Arjuna Mencari Cinta yang digunakan untuk salah satu judul album Dewa 19. Meski melalui perseteruan panjang, Dhani akhirnya bersedia meminta maaf di media dan berakhir dengan perdamaian.

Dhani sendiri adalah suami dari personel duo Ratu, Maya Estianty atau populer dengan nama Maia Ahmad. Dari perkawinannya dengan perempuan asal Surabaya itu, dikaruniai tiga orang anak laki-laki, yang diberi nama Al-Gazali, Al-Jalaluddin Rumi dan Abdul Qodir Jaelani. Nama-nama tersebut diambil dari nama-nama tokoh sufi yang menjadi idola Dhani.

Dhani kini masih tetap eksis bersama Dewa 19, meski beberapa kali terjadi penggantian personel. Bahkan semakin melebarkan sayap dengan bendera Republik Cinta Artis Management, yang memanageri grup-grup baru miliknya, The Rock, Dewi-Dewi, White Snow, Andra&The Backbone,the moon,lucky laki,T.R.I.A.D dan Dewa 19 sendiri.

RIHANNA,BEAUTIFUL FEMALE SINGER


Rihanna
nama asli: Robyn Rihanna Fenty
J.K : Perempuan
T.T.L : St. Michael, Barbados, 20 Februari 1988
Tinggi Badan:175 cm

Biografi :

Robyn Rihanna Fenty mungkin adalah satu dari sekian banyak penyanyi yang beruntung. Bukan berarti bahwa Rihanna sama sekali tak memiliki kemampuan dalam bidang tarik suara.

Rihanna yang lahir dan besar di Barbados mungkin tak pernah bermimpi akan menjejakkan kakinya di Amerika. Namun saat seorang teman memperkenalkan Rihanna pada Evan Rodgers, seorang produser asal New York, keberuntungan Rihanna segera berubah.

Awalnya Rihanna hanya belajar tarik suara secara otodidak. Ia sempat dikenal publik Barbados saat membawakan lagu Hero milik Mariah Carey dalam sebuah acara di sekolahnya.

Evan Rodgers kemudian memperkenalkan Rihanna pada Jay-Z yang menjabat sebagai CEO di Def Jam Records. Saat Jay-Z mendengar olah vokal Rihanna, Jay-Z yakin bahwa gadis berusia 16 tahun ini akan menjadi bintang.

Album pertama Rihanna yang berjudul MUSIC OF THE SUN pun segera disusul 2 album lain A GIRL LIKE ME, dan GOOD GIRL GONE BAD.

Kekasih penyanyi Chris Brown ini tak hanya geluti satu bidang saja. Ia mulai menjajaki dunia seni peran. Rihanna sempat menjajal kemampuan akting dalam film BRING IT ON: ALL OR NOTHING pada 2006.

Dalam rangka mempromosikan album GOOD GIRL GONE BAD, Rihanna berencana menyapa penggemarnya di Indonesia melalui konsernya. Dari rencana semula konser akan diadakan pada April 2007, namun akhirnya diundur hingga November 2007. Tapi lagi-lagi karena alasan keamanan, rencana ini pun batal. Sampai akhirnya ada kepastian tanggal 12 Februari 2009, Rihanna akan konser di Istora Senayan, Jakarta.

Akan tetapi, rencana konser ini pun harus gagal lagi, dikarenakan Rihanna harus masuk rumah sakit karena mengalami luka-luka akibat pertengkarannya dengan kekasihnya, Chris Brown.

Pertengkaran Rihanna dan Brown akhirnya harus berlanjut di pihak kepolisian. Hal ini disebabkan, pihak keluarga Rihanna tidak terima dengan perlakuan Brown terhadap Rihanna.

Namun pada akhir Februari 2009, tersiar kabar bahwa Rihanna dan Brown telah kembali menjalin kasih. Meskipun demikian, laporan dugaan penganiayaan oleh Brown terhadap Rihanna tetap diproses.

Senin, 07 Juni 2010

PENCIPTA CANON SYMPHONY DAN ARANSER CANON ROCK

JOHAN PACHELBEL

Johann Pachelbel (lahir di Nürnberg, 1 September 1653 – meninggal 9 Maret 1706 pada umur 52 tahun) adalah seorang komponis Baroque berkebangsaan Jerman. Ia banyak menghasilkan musik keagamaan maupun sekuler, dan sumbangsihnya terhadap perkembangan choral prelude dan fugue menempatkannya sebagai salah satu komponis zaman Baroque pertengahan terpenting. Karyanya yang paling terkenal adalah canon in D, satu-satunya canon yang ia gubah. Selain itu, beberapa karya lainnya yang terkenal adalah Chaconne in F minor, Toccata in E minor untuk organ, dan Hexachordum Apollinis, sekelompok variasi keyboard.

LIM JEONG-HYUN ALIAS FUNTWO

Lim Jeong-hyun (lahir 5 Juli 1984), juga dikenal dengan nickname online funtwo, adalah gitaris Korea Selatan yg dikenal melalui Canon Rock.sebelumnya ada orang yang mengaku sebagai aranser canon rock,yakni Pengguna YouTube dengan user name "guitar90" tapi dia bukanlah Lim Jeong-hyun, tapi orang tak dikenal yang kebetulan meng-upload video Lim,dan mengaku canon rock sebagai karya aransemennya. tapi hal Ini telah diperjelas dalam wawancara yang terakhir.

video permainan funtwo ini adalah salah satu di antara 25 video yang paling sering dilihat di you tube dan video yang paling favorited kelima dalam sejarah YouTube dengan lebih dari 73.000.000 penonton,dan puncaknya, menjadi video keempat yang paling banyak dilihat di YouTube.

Canon Rock telah disiarkan di CNN, 20/20, The New York Times , dan National Public Radio [ di samping berita MBC, CBC Radio, KBS berita,], dan stasiun berita Korea Selatan lainnya.

Kamis, 27 Mei 2010

KERJA SAMA PERSONIL BAND ROCK,SEBAGAI PENULIS LAGU TERBAIK

1.John Lennon & Paul McCartney - The Beatles, Solo, 1960s,
("A Day In The Life", "Hey Jude", "Yesterday", "Let It Be", "Imagine")

2.Mick Jagger & Keith Richards - The Rolling Stones, 1960s,
("(I Can't Get No) Satisfaction", "Sympathy For The Devil", "Paint It, Black",
"Jumpin' Jack Flash")

3.Bono & The Edge - U2, 1980s,
("With Or Without You", "One", "Sunday Bloody Sunday")

4.Freddie Mercury, Brian May, John Deacon & Roger Taylor - Queen, 1970s,
("Bohemian Rhapsody", "We Are The Champions", "We Will Rock You")

5.Robert Plant, Jimmy Page & John Paul Jones - Led Zeppelin, 1970s,
("Stairway To Heaven", "Whole Lotta Love", "Kashmir")

6.Lars Ulrich & James Hetfield - Metallica
("Master of Puppets", "Enter Sandman", "One")

7.Eddie Vedder, Jeff Ament & Stone Gossard - Pearl Jam, 1990s
("Alive", "Jeremy", "Better Man", "Black")

8.Axl Rose, Izzy Straidlin & Slash (Guns N Roses) 1980's
("Sweet Child O' Mine", "Welcome To The Jungle", "November Rain"

9.Steve Tyler & Joe Perry - (Aerosmith) 1970's
("Dream On", "Walk This Way", "Sweet Emotion")

10.Ian Gillan & Ritchie Blackmore - Deep Purple, 1970s,
("Smoke On The Water", "Child In Time", "Highway Star")

11.Joey Ramone, Dee Dee Ramone, Tommy Ramone & Johnny Ramone - The Ramones, 1970s,
("Blitzkrieg Bop", "I Wanna Be Sedated", "Sheena Is A Punk Rocker")

12.Eddie Van Halen, David Lee Roth, Michael Anthony, Alex Van Halen & Sammy Hagar
- Van Halen, 1970s, ("Runnin' With The Devil", "Jump", "Dance The Night Away")

13.Angus Young, Malcolm Young, Bon Scott & Brian Johnson - AC/DC, 1970s,
("Back In Black", "Highway To Hell", "You Shook Me All Night Long")

14.Anthony Kiedis, Flea, John Frusciante, Chad Smith, Hillel Slovak - Red Hot Chilli
Peppers,1990s,
("Under The Bridge", "Give It Away", "Otherside")

Kamis, 20 Mei 2010

STEVEN TYLER,AEROSMITH FRONTMAN


Stephen Victor Tallarico (lahir di New York, 26 Maret 1948; umur 62 tahun) adalah penulis lagu dan musisi asal Amerika Serikat yang biasa di sebut Steven Tyler. Ia juga adalah vokalis utama grup musik rock Aerosmith.

Steven Tyler merupakan vokalis band Rock Aerosmith asal Amerika Serikat. Steven Tyler adalah anak ke-2 dari Tyler memulai karir di Aerosmith sejak tahun 1970. Dahulu, pada tahun 1970-an, Tyler adalah seorang pecandu alkohol dan minuman keras lainnya. Pada pertengahan 1970an, Steven Tyler menikah dengan Bebe Buell dan pada tahun 1977, Liv Tyler, anak Steven Tyler lahir. Yang unik dari Steven Tyler adalah dia suka berteriak-teriak pada saat menyanyi. Steven Tyler pada tahun 1981 masuk ke rehabilitasi pengguna alkohol dan setelah itu tidak pernah mengonsumsi alkohol lagi sampai sekarang. Pada tahun 2003, Tyler di-diagnosa mengidap Hepatitis C. Pada tahun 2006, vokalis utama Aerosmith itu menjalani operasi Hepatitis C. Tahun lalu, pada tanggal 15 September 2007, Steven Tyler meluncurkan motor buatannya "Red Wings Motorcycle" di New Hampshire, AS.

IWAN FALS,MUSISI BERIDEALISME KUAT


Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 48 tahun) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.

Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia di akhir tahun 1970-an hingga sekarang, serta kehidupan dunia pada umumnya, dan kehidupan itu sendiri. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Namun demikian, Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya sendiri tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara

biografi singkat
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.

Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.

Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.

Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.

Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.

Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara. Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.

Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror. Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.

Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.

Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.

Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.
random flashing music words Pictures, Images and Photos
free counters